11.2.11

Tentang Mama - Keping Kedua

I don't know why it took me so long to write this piece. Maybe because I was afraid I might burst into tears writing it. I sometimes still do just by thinking about it. How my life has changed so so much after she's gone. How much space left unfulfilled. Just hollow.

But I wasn't meant to write about me. It's about you, mommy...

Mama adalah seseorang yang sangat mencintai kehidupan, meskipun sebagai balasan, kehidupan berkali-kali mencuranginya.
Kalau ada perkumpulan orang-orang naif yang menganggap semua orang di dunia adalah orang baik, Mama mungkin berdiri di antrean pertama untuk jadi anggota. Kenaifan ala anak kampung inilah yang kemudian membuatnya terikat pernikahan dengan orang yang (sepertinya) dari awal tak pernah dicintainya.

"My marriage was hell," ceritanya kepada kami, bertahun-tahun setelah pernikahannya berakhir.

We understand. We were also there. Mama adalah pelukan tempat kami meringkuk ketika tengah malam pintu digedor bapak-bapak penagih hutang. Mama adalah perlindungan saat amukan dari mulut berbau alkohol datang tiba-tiba. Mama adalah senyum setiap pagi setelah malam yang berat dan panjang.

Butuh keberanian luar biasa untuk mengepak pakaian seadanya dan kembali ke rumah orangtuanya. Ke rumah dimana semua orang berkata "I told you!", dan memulai lembaran baru.

Kami. Kami, anak-anaknya, adalah sumber kekuatan yang luar biasa bagi Mama. Untuk kami, Mama melakukan segalanya. Cintanya selalu membludak, luber, tak pernah surut. Hingga dosa kami pun rela ditanggungnya, seumpama dia bisa. We love you back, mommy. With all our heart.


the three of us trying to conquer the world





Mama... wanita mulia ini hingga akhir hidupnya tak memaafkan pria itu. Biarlah saya disebut berdosa, tapi dalam hati, saya juga tidak.
For 27 years of being absence in my life, no, I wont forgive you. You can adopt a child and call it you second chance, but your chance with me is over.
For never stop defending yourself, and never stop blaming my mother, and NEVER EVER SAID YOU'RE SORRY for hurting us. I will not forget.



-ajeng-

7.2.11

40 Hari Kepergian Mama

Ya Allah, ampunilah mama dengan pengampunan menyeluruh, sehingga terhapus dosa-dosanya yang lalu & kesalahan-kesalahan yang dilakukannya secara sadar.

Berbuat baiklah kepada mama dengan berlipat ganda dari perbuatan mama kepada kami.

Pandanglah mama dengan pandangan rahmat & kasih sayang, karena mama memandang kami demikian.

Anugerahilah mama keterbebasan dari kecaman-Mu akibat melalaikan hak-Mu demi memelihara & memberikan kasih sayang terhadap kami.

Ampuni mama jika dia kurang menunaikan kewajibannya mengabdi kepada-Mu karena dia mendahulukan melayani kami.

Jangan Engkau biarkan mama mengetahui berita-berita kami yang tidak menyenangkannya dan jangan juga bebani dia dengan dosa-dosa kami yang kelak memberatkan mereka.

Jadikanlah kami buat mama sebagai penyejuk mata di hari kebangkitan nanti.

Jadikanlah mama termasuk kelompok orang tua yang paling berbahagia dengan anak-anaknya sampai Engkau menghimpun kami kelak di negeri kemuliaan-Mu.



-ajeng-


*doa untuk orangtua oleh Quraish Shihab dengan modifikasi*